Yerusalem (KABARIN) - Pemerintah Australia mengambil langkah cepat menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pada Rabu (25/2), Canberra resmi memerintahkan evakuasi seluruh anggota keluarga pejabat diplomatik Australia yang ditempatkan di Israel karena situasi keamanan yang dinilai semakin memburuk.
Keputusan tersebut diumumkan melalui imbauan resmi Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Dalam pernyataannya, pemerintah memperingatkan adanya risiko serius mulai dari konflik bersenjata, kerusuhan sipil, hingga ancaman terorisme di kawasan tersebut.
Selain evakuasi keluarga diplomat, pemerintah Australia juga mengingatkan warganya untuk menunda perjalanan ke Israel. Bagi warga Australia yang saat ini masih berada di negara tersebut, pemerintah mendorong mereka segera meninggalkan wilayah itu selama penerbangan komersial masih tersedia.
Peringatan itu juga menyinggung kemungkinan situasi semakin tidak menentu, termasuk potensi pembatalan penerbangan dan penutupan ruang udara yang bisa menyulitkan proses evakuasi jika kondisi keamanan terus memburuk.
Langkah Australia ini mengikuti kebijakan serupa yang lebih dulu diambil Amerika Serikat. Sebelumnya, Washington telah mengevakuasi personel nonesensial dari Kedutaan Besar AS di Lebanon pada pekan ini. Media Lebanon melaporkan puluhan staf kedutaan besar AS meninggalkan Beirut pada Senin (23/2), sebagai bagian dari langkah antisipasi keamanan.
Situasi geopolitik kawasan memang sedang memanas. Evakuasi dilakukan di tengah rencana pertemuan putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Kamis (26/2).
Perundingan tersebut digelar sebagai upaya meredakan ketegangan militer antara Teheran dan Washington yang dalam beberapa waktu terakhir kembali meningkat dan memicu kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas di Timur Tengah.
Keputusan evakuasi ini menjadi sinyal kuat bahwa sejumlah negara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika keamanan regional. Pemerintah Australia pun memilih langkah pencegahan lebih awal demi memastikan keselamatan keluarga diplomat dan warganya di luar negeri.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026